Kamis, 30 Oktober 2008

KEBENARAN



Kebenaran ?? Alkisah ada seorang pedagang yang mempunyai seorang istri jelita dan seorang anak laki-laki yang sangat dicintainya. Suatu hari istrinya jatuh sakit dan tak berapa lama meninggal. Betapa pedihnya hati pria tersebut. Sepeninggal istrinya, dia mencurahkan segenap perhatian dan kasih sayangnya kepada anak laki-laki semata wayangnya. Suatu ketika pedagang
tersebut pergi ke luar kota untuk berdagang; anaknya ditinggal di rumah. Sekawanan bandit datang merampok desa tempat tinggal mereka. Para penjarah ini merampok habis harta benda,
membakar rumah-rumah, dan bahkan menghabisi hidup penduduk yang mencoba melawan; rumah sang pedagang pun tak luput dari sasaran. Mereka bahkan menculik anak laki-laki sang pedagang untuk dijadikan budak.Betapa terperanjatnya sang pedagang ketika ia pulang dan mendapati rumahnya sudah jadi tumpukan arang. Dengan gundah hati, ia mencari-cari anak tunggalnya yang hilang. Ia menjadi frustrasi ketika mendapati banyak tetangganya yang terbantai dan mati terbakar.Di tengah kepedihan dan keputusasaan, ia menemukan seonggok belulang dan abu di sekitar rumahnya, di dekat tumpukan abu itu tergolek boneka kayu kesayangan anaknya. Yakinlah sudah ia bahwa itu adalah abu jasad anaknya. Meledaklah raung
tangisnya. ia menggelepar- gelepar di tanah sembari meraupi abu jasad itu ke wajahnya. Satu-satunya sumber kebahagiaan hidupnya telah terenggut.. Semenjak itu, pria tersebut selalu
membawa-bawa abu anaknya dalam sebuah tas. Sampai setahun setelah itu ia suka mengucilkan diri, tenggelam dalam tangis sampai berjam-jam lamanya; kadang orang melihat ia tertawa
sendiri, mungkin kala itu ia teringat masa-masa bahagia bersama keluarganya. Ia terus larut dalam kesedihan tak terperikan.. Musim berlalu. sang anak akhirnya berhasil meloloskan
diri dari cengkeraman para penculiknya. Ia bergegas pulang ke kampung halamannya.Sesampai di kediaman ayahnya, ia mengetuk pintu rumah sembari berteriak senang, "Ayah, ini aku
pulang!" Sang ayah yang waktu itu lagi tertidur di ranjangnya, terbangun mendengar suara
itu. Ia berpikir, "Ini pasti ulah anak-anak nakal yang suka meledekku itu!" "Pergi! Jangan main-main!" Mendengar sahutan itu, sang anak kembali berteriak, "Ayah! Ini aku, anakmu! Dari dalam rumah terdengar lagi, "Jangan ganggu aku terus! Pergi kamu!" Sang anak menggedor pintu dan berteriak lebih lantang, "Buka pintu ayah! Ini betul anakmu!" Mereka saling bersahutan. sang ayah terus bersikeras tidak membuka pintu. Sang anak pun akhirnya putus asa dan berlalu dari rumah itu.. Sang Guru menutup cerita itu dan menyampaikan:"Sebagian orang begitu erat memegang apa yang mereka'anggap' sebagai kebenaran. Ketika Kebenaran Sejati betul-betul datang, belum tentu mereka membuka pintu hati mereka."

Rabu, 29 Oktober 2008

SETITIK ES DALAM HATI


Di sebuah perusahaan rel kereta api ada seorang pegawai, namanya Nick. Dia sangat rajin bekerja, dan sangat bertanggung jawab.
Pada suatu hari semua karyawan bergegas untuk merayakan ulang tahun bos mereka, semuanya pergi dengan cepat sekali. Yang paling tidak sengaja adalah, Nick terkunci di sebuah mobil pengangkut es yang belum sempat dibetulkan. Nick berteriak, memukul pintu dengan keras, semua orang di kantor sudah pergi merayakan ulang tahun bosnya, maka tidak ada yang mendengarnya.
Tangannya sudah merah kebengkak2an memukul pintu mobil itu, suaranya sudahserak akibat berteriak terus, tetapi tetap tidak ada orang yang mempedulikannya, akhirnya dia duduk di dalam sambil menghelakan nafas yang panjang.
Semakin dia berpikir semakin dia merasa takut, dalam hatinya dia berpikir: dalam mobil pengangkut es suhunya pasti di bawah 0 derajat, kalau dia tidak segera keluar dari situ, pasti akan mati kedinginan. Dia terpaksa dengan tangan yang gemetar, mencari secarik kertas dan sebuah bolpen, menuliskan surat wasiatnya.
Keesokkan harinya, semua karyawan pun datang bekerja. mereka membuka pintu mobil pengangkut es tersebut, dan sangat terkejut menemukan Nick yang terbaring di dalam. Mereka segera mengantarkan Nick untuk ditolong, tetapi dia sudah tidak bernyawa lagi.
Tetapi yang paling mereka kagetkan adalah, listrik mobil untuk menghidupkan mesin itu tidak dibuka, dalam mobil yang besar itu juga ada cukup oksigen untuknya, yang paling mereka herankan adalah suhu dalam mobil itu hanya 28 derajat saja, Tetapi Nick malah mati "kedinginan"!!~~
Nick bukanlah mati karena suhu dalam mobil terlalu rendah, dia mati dalam titik es di dalam hatinya.Dia sudah menghakimi dirinya sebuah hukuman mati, Bagaimana dapat hidup terus?
Percaya pada diri sendiri adalah sebuah perasaan hati. Orang yang mempunyai rasa percayaan diri tidak akan langsung putus asa begitu saja, dia tidak akan langsung berubah sedih terhadap keadaan hidupnya yang jalan kurang lancar.
Tanyalah pada diri kita sendiri, apakah kita sendiri sering langsung memutuskan bahwa kita tidak mampu untuk mengerjakan suatu hal, sehingga kita kehilangan banyak kesempatan untuk menjadi sukses? Kehilangan banyak kesempatan untuk belajar mandiri? untuk jadi lebih mengerti kehidupan ini?
Yang mempengaruhi semangat kamu bukanlah faktor-faktor dari luar, melainkan hatimu sendiri. Sebelum berusaha sudah dikalahkan oleh diri kita sendiri, biarpun ada banyak bantuan yang tertuju pada dirimu tetap tidak akan membantu.... ......... .

ANAK YANG MENCORET MOBIL AYAHNYA


Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain dikota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembanturumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini,perempuan cantik berusia tiga setengah tahun.Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkanpembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlahdia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeliayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain dihalaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia punmencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan,tetapi karena lantainya terbuat dari marmer makacoretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobilbaru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap,maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak inipun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerjakarena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kananmobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelahkiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya,gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lainsebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian ituberlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istriitu melihat mobil yang baru setahun dibeli denganbayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapakyang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit,"Kerjaan siapa ini !!!" .... Pembantu rumah yangtersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia jugaberistighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukanpertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan 'Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang hari,apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tibaberlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja diaberkata "DIta yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik...kan!" katanya sambil memeluk ayahnya sambilbermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilangkesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohondi depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ketelapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apaapa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puasmemukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakangtangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestuidan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa...Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dankemudian ganti tangan kiri anaknya.Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu,pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu,membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakangtangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembanturumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnyadengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu jugamenjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkenaair. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu.Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersamapembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangansi anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya."Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecilitu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayahkonon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hariberlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknyasementara si ibu juga begitu, meski setiap haribertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam,Bu"...jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadolaja ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidurdia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknyaDita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagipintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukantuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sorenanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap"kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudahlemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar iadibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius.
Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggilbapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan.." katadokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangananak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parahdan infeksi akut..."Ini sudah bernanah, demimenyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harusdipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapakdan ibu bagaikan terkena halilintar mendengarkata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapiapa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hatidan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetartangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan.Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yangdisuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Diajuga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasaputih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian kewajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihatmereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, sianak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah.. ibu...Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak maulagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Ditasayang ayah.. sayang ibu.", katanya berulang kalimembuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Ditajuga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajahpembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraunghisteris.
"Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil..Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimanacaranya Dita mau makan nanti?... Bagaimana Dita maubermain nanti?... Dita janji tdk akan mencoret2 mobillagi, " katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati siibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuathati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusiadapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Padaakhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpakedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapatangannya tetap harus dipotong meski sudah mintamaaf...
Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihandan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah takkuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringitangis penyesalannya yg tak bertepi..., Namun...., siAnak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsbtetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalumerindukan ayahnya..


Jumat, 24 Oktober 2008

KISAH BAMBU DAN PAKIS


Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti ... berhenti dari pekerjaanku, berhenti dari hubunganku dengan sesama dan berhenti dari spiritualitasku. Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan untuk yang terakhir kalinya."Tuhan", kataku. "berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?"Dia memberi jawaban yang mengejutkanku."Lihat ke sekelilingmu", kataNya. "Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu yang ada dihutan ini?""Ya", jawabku.Lalu Tuhan berkata, "Ketika pertama kali Aku menanam mereka, Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama.


Aku beri mereka cahaya. Aku beri mereka air. Pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat. Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah. Namun, tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tapi, Aku tidak berhenti merawatnya.Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu. Tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya. ""Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu itu, tapi Aku tetap tidak menyerah. Begitu juga dengan tahun ke empat. ""Lalu pada tahun ke lima, sebuah tunas yang kecil muncul dari dalam tanah.


Bandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil dan sepertinya tidak berarti.Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya. Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk bertahan. Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani. ""Tahukan engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu, sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu? Aku tidak menyerah terhadap bambu itu. Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu. "Tuhan berkata "Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain.


Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis. Tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah.”"Saat mu akan tiba", Tuhan mengatakan itu kepadaku. "Engkau akan tumbuh sangat tinggi""Seberapa tinggi aku harus bertumbuh?" tanyaku."Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?" Tuhan balik bertanya."Setinggi yang mereka mampu?" Aku bertanya"Ya." jawabNya, "Muliakan Aku dengan pertumbuhan mu, setinggi yang engkau dapat capai."Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa Allah tidak akan pernah menyerah terhadap ku. Dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap Anda.Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani sekalipun itu hanya untuk satu hari.Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan; hari-hari yang kurang baik memberikan pengalaman; kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.

Kamis, 23 Oktober 2008

JUJUR ITU TERGANTUNG

Sebenarnya pada dasarnya orang itu bisa jujur dan mau untuk mengungkapkan kejujuran. Tetapi itu semua tergantung kok... semua tergantung besar kecil jumlah uang yang akan diterima, semua tergantung besar kecilnya kadar persahabatan, semua tergantung besar kecilnya keuntungan yang akan diperoleh, semua tergantung besar kecilnya resiko yang harus dihadapi, dan semua tergantung deh..

Contohnya nih,,, kalo masih uang 10 ribu, orang itu masih bisa jujur dan tidak ada alasan untuk tidak jujur, tetapi kalo uang sudah berjumlah 10 juta >, so pasti orang akan mikir dua kali untuk bisa jujur ato gk.. tapi kebanyakannya sih gk jujur... betul kan??

Pada intinya selama ada kesempatan untuk jujur, marilah kita untuk jujur karena kesempatan tidak pernah datang kedua kali...